“Siklus pemulihan dan rekonstruksi dalam penanganan bencana di Indonesia, merupakan dua siklus yang harus diantisipasi. Saat ini kita mengupayakan tiap daerah kabupaten dan kota memiliki kajian risiko bencana yang akhirnya menjadi acuan penanggulangan bencana,” ujar Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati.
Perubahan iklim dan meningkatnya bencana hidrometeorologi menjadi tema diskusi yang dibawakan oleh Dodo Gunawan selaku Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG.
“Pada tahun 2021, kita telah mendekati masa ketika suhu mencapai batas kritis 1,5 derajat celsius. Saat ini tanda-tanda perubahan iklim sudah terasa karena di Kutub terjadi pencairan es dan permukaan salju semakin mencair. Di Puncak Jaya Papua saat ini mencair karena suhu sudah lebih dari 0 derajat Celsius,” ujarnya.
BMKG juga memprediksi dampak perubahan iklim di Indonesia dengan munculnya fenomena cuaca yang mempengaruhi curah hujan atau El Nino pada pertengahan 2023 sehingga berdampak pada musim kemarau yang lebih kering dan panjang serta musim hujan dengan intensitas yang lebih tinggi.
Pada seminar ini juga membahas mengenai Inovasi Hidrologi Terapan dan mengundang Hidayat Pawitan dan Raymond Valiant Ruritan selaku perwakilan dari MHI serta Rachmat Fajar Lubis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Pada kegiatan tersebut, juga dilakukan pemberian apresiasi MHI Lifetime Achievement kepada delapan pendiri dan senior MHI atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mengembangkan MHI.
Berikut adalah delapan penerima apresiasi tersebut:
1. Dr. Ir Adi Suyanto
2. Ir. Joesron Loebis, M. Eng. APU
3. Dr. Ir Sri Woro
4. Asep Karsudu, MSc, PhD
5. Ir. Eddy A. Djajadiredja, Dipl. HE
6. Dr Ir Moh Hasan Dip HE
7. (Alm) Bapak Sri Harto
8. Prof. Hidayat Pawitan, PhD in Engineering.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post