Oleh: Juwita Rasnur, S.T
Adanya Institut Teknologi Kelautan (ITK) Buton seolah menjadi angin segar bagi masyarakat Buton.
Bagaimana tidak, seolah ada harapan baru untuk memajukan daerah melalui pilar pendidikan. Mengingat potensi sumber daya laut yang cukup besar di Sulawesi Tenggara. Sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Ali Mazi saat pelantikan rektor ITK Buton dan jajarannya (mediakendari.com, 07/11/2022).
Potensi sumber daya alam ini hanya akan mampu terkelola dengan baik, jika didukung dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Harapannya jika SDM sudah berkualitas maka akan mampu memajukan daerahnya.
Kualitas SDM sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan. Karena melalui pendidikan maka sumber daya manusia akan ditempa untuk menjadi manusia seutuhnya. Namun, kita perlu berkaca pada sistem pendidikan yang ada saat ini. Kearah mana para pemuda generasi bangsa akan ditempa?
Kita tentu bisa melihat bersama bagaimana warna pendidikan kita saat ini, hanya terkesan mengejar jumlah lulusan tapi minim kualitas dan hanya memiliki target target materi yang bersifat duniawi (kapitalistik). Kesuksesan hanya dinilai secara materi tanpa menanamkan karakter Islam dan akhlakul karimah. Kesuksesan tersebut dikejar tanpa ada standar halal atau haram.
Jika terus seperti ini maka bisa dipastikan bahwa pendidikan yang ada tidak akan mampu membawa pada arah kemajuan yang ada adalah semakin merosot dan terbelakang. Tentu kita bisa melihat banyaknya permasalahan yang terjadi di negeri, namun seolah tanpa ujung penyelesaian. Apakah kita kekurangan ahli?
Kita bisa berkaca pada kasus para koruptor yang merusak negeri ini. Mereka merupakan orang berpendidikan bahkan menguasai sains dan teknologi. Namun mengapa mereka melakukan perbuatan yang merusak negara dan masyarakat?. Nyatanya hal ini tidak lepas dari pola pikir dan pola sikap yang rusak sehingga mendorong mereka melakukan kejahatan korupsi secara terencana.
Maka menguasai sains, ilmu pengetahuan dan teknologi bukan jaminan kemajuan suatu bangsa. Cita-cita mewujudkan pendidikan tinggi berkualitas yang bermuara pada pandangan kapitalistik tentu tidak akan berdampak positif bagi peningkatan indeks pembangunan manusia, tetapi hanya akan menghasilkan SDM yang bekerja untuk menguntungkan para kapitalis dan oligarki serta memiliki mental lemah dan terjajah. Sehingga berharap kemajuan melalui pendidikan seperti jauh panggang dari api.
Discussion about this post