Mengingat jumlah UMKM di Kota Kendari sangat besar, tidak semua pelaku usaha dapat terakomodasi di area utama. Oleh karena itu, seleksi ketat dilakukan oleh Perumda dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Pariwisata (Dispar).
“Dari 100 tenan itu, tentu tidak semua UMKM bisa masuk. Ada proses seleksi agar yang terlibat benar-benar siap dari sisi produk dan pelayanan,” Andi Syahrir menambahkan.
Bagi pelaku UMKM yang belum mendapatkan tempat di venue utama, pemerintah melalui Perumda Sultra juga menyiapkan lokasi alternatif untuk berjualan, meski dengan kapasitas terbatas.
Andi Syahrir mengingatkan bahwa momentum HUT Sultra berpotensi memicu lonjakan pedagang baru. Oleh sebab itu, penataan menjadi kunci agar aktivitas ekonomi tetap kondusif.
“Jangan disalahartikan, ini bukan untuk mematikan UMKM. Kita justru ingin menertibkan dan tetap memberikan ruang bagi mereka,” Andi Syahrir memungkas.
Untuk diketahui kegiatan perayaan HUT Sultra akan dimulai pada 24 hingga 27 April 2026.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post