Terlebih, Buton Tengah juga memiliki event budaya yang sarat dengan kearifan lokal dan tersebar di seluruh kecamatan, salah satunya adalah Festival Kande-kandea yang berhasil masuk ke dalam Karisma Event Nasional (KEN) 2023.
“Hampir seperempat APBD dialokasikan untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berbasis pada sektor koperasi dengan trigger dari sektor maritim,” ungkap Yusup.
Yusup mengakui, Buton Tengah memang tak hanya memiliki potensi Ekraf yang layak untuk dikembangkan, namun kabupaten berjuluk Negeri Seribu Gua itu juga menyimpan keindahan alam mempesona dan penghasil kacang mete.
“Dari hasil penelitian geopark UGM, di dunia ini hanya ada tiga lokasi yang memiliki keunikan gua bawah laut, yaitu Florida, Mexico dan Buton Tengah,” ujar Yusup.
Rangkaian proses uji petik PMK3I ditutup dengan penandatanganan berita acara berisi komitmen pengembangan Ekraf di Kabupaten Buton Tengah. Sejumlah poin disepakati. Diantaranya, menyusun regulasi terkait Ekraf, membentuk komite ekonomi kreatif dan menginisiasi rumah produksi bersama.
Dengan ditandatanganinya berita acara tersebut, Kabupaten Buton Tengah menjadi kabupaten ke 75 yang melaksanakan uji petik PMK3I tahun 2023. Secara resmi pula Buton Tengah telah menjadi bagian dari ekosistem Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia.
Kini Buton Tengah memiliki peluang untuk dapat berjejaring dengan kabupaten/kota lain di Indonesia. Bahkan terbuka peluang lebar untuk mengajukan diri menjadi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) di bawah pendampingan Kemenparekraf/Baparekraf.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post