Peran negara juga ikut andil dari banyaknya anak yang melakukan judi online. Seharusnya negara bisa lebih jeli melihat mana aplikasi game atau situs yang memang kemungkinan terindikasi judi online. Sebab, jika aplikasi tersebut masih ada dan tidak dihapus oleh pemerintah maka kemungkinan besar masih akan banyak anak-anak Indonesia yang terlalaikan dengan judi.
Hal ini berbeda jauh dengan sistem Islam, di mana dalam Islam negara akan melakukan filter tayangan dan apa yang bisa diakses oleh masyarakat. Jadi masyarakat tidak akan bisa seenaknya mengakses sesuatu informasi terlebih hal itu berbau kemaksiatan. Sehingga tidak akan kita dapatkan anak-anak yang terindikasi judi online. Karena semua informasi betul-betul disaring oleh departemen penerangan.
Selain itu, negara akan menanamkan tsaqofah Islam pada masyarakat. Dengan akidah tersebut masyarakat akan merasa takut melakukan kemaksiatan dan merasa diawasi oleh Allah SWT. Sehingga dengan keyakinan tersebut akan kecil kemungkinan masyarakat melakukan kemaksiatan, sebab akidah Islam telah terinternalisasi dalam jiwa-jiwa mereka.
Di sisi lain negara juga akan menerapkan aturan dan memberikan hukuman yang mampu memberi efek jera pada setiap orang yang melanggar norma yang berlaku. Dengan begitu akan sedikit masyarakat yang melanggar aturan agama.
Dengan demikian, kita tidak bisa banyak berharap pada sistem saat ini yang hukumannya terlihat belum mampu menjerakan. Pun upaya preventifnya masih minim. Olehnya itu, kita hanya bisa berharap pada sistem Islam yang aturannya berasal dari pencipta yaitu, Allah SWT. Wallahu a’lam.(***)
Penulis adalah Pemerhati Sosial Asal Konawe
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post