Kelima, bahwa bakal calon wakil gubernur harus lebih muda dari bakal calon gubernur, usia di bawah 50 tahun. Usia muda dibutuhkan untuk mengimbangi langgam kerja Edy Rahmayadi yang gesit, dan lincah. Tubuh dan pikiran masih mampu berlari kencang.
Keenam, bahwa bakal calon wakil gubernur merupakan politisi muda PDIP, birokrat muda, pengusaha, dan profesional muda, pelaku ekonomi kreatif. Bakal calon wakil gubernur harus mampu mengakomodasi ide, pikiran, gagasan, dan aksi dari anak muda, kaum milenial dan Gen Z.
Ketujuh, bahwa bakal calon wakil gubernur harus loyal kepada partai dan setia kepada bakal calon gubernur. Bukan kader yang memiliki ambisi membuat matahari kembar. Bukan pencari kerja demi diri sendiri dan kelompoknya. Loyalis partai (tidak pernah dipecat), melawan keputusan partai, dan pindah partai. Tidak terlibat dalam perbuatan tercela seperti korupsi, narkoba, ilegal logging, perdagangan manusia dan satwa yang dilindungi, pengoplos gas, pupuk dan bahan-bahan kebutuhan pokok rakyat.
Kedelapan, bahwa panglima perang yang memimpin tim pemenangan atau tim kampanye adalah kader militan, memiliki nyali, memiliki kemampuan manajerial, organisator yang handal, memiliki akses dan jaringan yang luas, memiliki akar yang kuat di masyarakat serta memiliki komunitas basis yang solid. Panglima perang harus memahami medan pertempuran secara utuh demi meraih kemenangan.
Aspirasi di atas adalah aspirasi bersama yang melampaui kepentingan diri dan kelompok. Kami, kader, simpatisan, dan konstituen PDIP akan bergerak secara mandiri, gotong royong demi membujuk hati rakyat untuk memilih dan memenangkan Pilkada serentak 2024. Satyam Eva Jayate!.(***)
Penulis adalah Kader PDIP, Presidium Satgas Anti Kecurangan Pilkada
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post