PENASULTRA.ID, KENDARI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura se-Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) IV secara serentak di salah satu hotel di Kendari, Kamis 5 Februari 2026.
Forum ini menjadi momentum konsolidasi besar untuk menata standar kepemimpinan partai hingga ke akar rumput. Langkah tersebut sekaligus mengunci target menjadikan Sultra sebagai lumbung suara Hanura pada Pemilu 2029 dan 2031.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan 15 DPC, sementara wilayah Kolaka Utara, Konawe, dan Bombana dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.
Koordinator Wilayah 9 DPP Hanura, Adeni Muhan Daeng Pabali mengatakan, transformasi Hanura di Sultra terletak pada keseragaman visi dan misi dari tingkat pusat hingga daerah, bukan sekadar simbolis.
“Hanura Sultra sudah berubah. Perubahan itu bukan pada baju atau benderanya, melainkan seluruh kader dari pusat hingga tingkat bawah kini memiliki visi yang sama,” kata Adeni.
Ia menekankan pentingnya kualitas Ketua DPC sebagai “lokomotif” partai di daerah. Adeni mengapresiasi langkah DPD Hanura Sultra yang menerapkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dalam memilih pemimpin daerah.
“Pemilihan tidak lagi berdasarkan kedekatan. Kita meninjau latar belakang, pengalaman, dan kapasitasnya. Ketua DPC harus memiliki kewibawaan dan mampu berdiri sejajar saat berkomunikasi dengan kepala daerah maupun unsur Forkopimda. Harus sosok yang berkualitas, bukan kaleng-kaleng,” ujar Adeni.
Ia juga mengingatkan para Ketua DPC terpilih untuk segera menyusun formatur dan memperkuat struktur hingga tingkat anak ranting guna menghadapi verifikasi faktual pada 2027. Dirinya mewanti-wanti agar tidak ada data fiktif karena terdapat konsekuensi hukum yang membayangi.


Discussion about this post