“Saat ini, lebih dari 740 ribu surat dan tanda tangan dari 176 negara telah dikumpulkan untuk mendukung DPCW, 268 Kantor WARP beroperasi di 129 negara (per Desember 2021), dan 242 institusi dan sekolah telah menandatangani MOU dengan HWPL untuk implementasi pendidikan perdamaian,” tambahnya.
Prof. Rommel Santos Diaz, Presiden Yayasan Federalis Dominika menyuarakan pentingnya DPCW di tengah konflik-konflik yang sedang berlangsung di Ukraina dan Rusia.
“DPCW adalah dokumen yang paling cocok saat ini untuk memandu dialog dan negosiasi yang dipromosikan oleh semua negara Eropa,” katanya.
“Sangat melengkapi piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, juga dengan piagam Organization of American states (OAS), dan Anggaran Dasar Pengadilan Internasional OAS,” lanjutnya.
Profesor Deepshikha Kalra, Dekan Kelompok Management Education & Research Institute (MERI) menekankan pentingnya pendidikan perdamaian.
“Anak-anak sekarang bahkan tidak bisa menerima kegagalan karena mereka diajarkan untuk selalu menjadi pemenang sejak kecil, meskipun menang bukanlah segalanya. Kita perlu mengembangkan semacam lingkungan di mana setiap orang menerima satu sama lain dan ketidaksepakatan harus diterima dengan senang hati,” ujarnya.
Sementara itu, Man Hee Lee, Ketua HWPL juga telah menekankan untuk mengakhiri perang yang tidak berarti di mana nyawa yang berharga hilang begitu saja di berbagai belahan dunia.
“Hari ini perdamaian adalah hak yang harus dinikmati setiap orang yang hidup dalam komunitas global ini,” pungkasnya.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post