PENASULTRA.ID, MAKASSAR – Proses pemenuhan pasokan energi untuk masyarakat melalui proses yang panjang tentu memiliki potensi terjadinya keadaan darurat seiring resiko bisnis yang sangat tinggi.
Melihat potensi resiko tersebut, diperlukanlah sinergitas antar perusahaan bisnis untuk mempercepat penanganan resiko bisnis maupun penanggulangan keadaan darurat di masyarakat, seperti bencana alam dan non alam (pandemi).
Olehnya, Pertamina Patra Niaga Sulawesi menginisiasi adanya kerja sama dengan perusahaan migas se Sulawesi.
Sinergitas itu dibuktikan dengan penandatanganan kerja sama (MoU) kesiapsiagaan dan penanggulangan keadaan darurat company group migas di Area Sulawesi di Rinra Hotel, Makassar, Jumat 20 Mei 2022.
Manager Senior K3LL SKK Migas, Ivan Fadly Azmi mengatakan, diperlukan perencanaan yang baik untuk kesiapsiagaan dalam kondisi darurat guna meminimalisir resiko yang mungkin timbul baik sosial, lingkungan maupun anggaran negara.
“Sebagai lembaga negara koordinator hulu migas, SKK Migas menyambut baik kerjasama ini,” kata Ivan.
Senada, Operation Senior Manager PT Donggi Senoro LNG, Johar mengatakan, kesepakatan ini merupakan terobosan untuk penanggulangan keadaan darurat yang cepat, tepat dan tentunya berdampak positif untuk masyarakat.
“Peningkatan kompetensi dan latihan bersama menjadi kunci dalam implementasi MoU ini,” ujar Johar.
Sementara itu, Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Agus Dwi Jatmoko mengucapkan terimakasih atas kesediaan masing-masing perusahaan untuk saling membantu dalam penanggulangan keadaan darurat yang diwujudkan dalam penandatanganan MoU ini.
Meskipun memiliki resiko paling kecil dibandingkan perusahaan migas lainnya, namun dengan wilayah yang cukup luas memerlukan back up dari perusahaan migas terdekat dengan wilayah operasinya.
“Kami merasa terhormat ditunjuk sebagai koordinator. Melalui sinergitas ini diharapkan proses administrasi dan koordinasi dapat dipercepat untuk memaksimalkan quick response terhadap kondisi emergency, sehingga resiko keadaan darurat dapat di minimalisir,” Agus memungkas.
Discussion about this post