Syafrizal sendiri cenderung melihat, saat ini seolah ada penguatan dalam wacana ‘Jawa Sentris’, yang menurut dia sebenarnya merupakan hal sensitif dalam pembangunan nasionalisme bangsa.
Keyakinan Syafrizal itu dikuatkan pengamat politik dari Lembaga Riset Publik (LRP) Al-Fatih. Menurutnya, dari internal parpol pengusung, Prof Yusril adalah figur paling mumpuni untuk membantu Prabowo pada tugas-tugas presidensinya.
“Ketua Umum PBB yang selama ini senantiasa mendukung Prabowo, yakni Prof Yusril Ihza Mahendra adalah figur paling tepat. Yusril adalah seorang negarawan, intelektual, dan politisi yang pernah tiga kali menjabat menteri strategis di bawah tiga presiden yang berbeda. Yusril juga punya segudang pengalaman di dunia internasional,” kata Al-Fatih.
Ia menunjuk peran Yusril ikut menyusun berbagai Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memimpin delegasi Indonesia ke berbagai pertemuan internasional, serta pernah menjadi Presiden Asia-Africa Legal Consultative Organization yang berkedudukan di New Delhi.
Yusril juga sosok politisi Islam moderat yang diterima oleh semua golongan. Ia menunjuk pernyataan almarhum Gus Dur yang pernah mengatakan, kakek Yusril ialah ulama NU kultural, meski ayah Yusril seorang Masyumi. Karena itu, Yusril akrab dengan amalan-amalan keagamaan yang dipraktikkan kalangan NU.
Tidak heran Yusril akrab dengan keluarga Hadratusyeikh Hasyim Asy’ari, mulai dari Pak Ud, Gus Dur, dan Gus Solah.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post