“Pasti ada anggaran untuk kebersihan. Karena sudah difasilitasi dan dibangunkan tempat, pasti biaya kebersihannya itu perlu diperhatikan. Dan ini mereka semua setuju,” beber Andi Sumangerukka.
Terkait isu yang beredar mengenai adanya biaya sewa lapak, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa hingga saat ini harga resmi belum ditentukan. Ia meminta agar penentuan tarif dilakukan melalui musyawarah dengan para pelaku usaha.
“Saya mengarahkan agar harga itu ditentukan dengan menghadirkan para pelaku UMKM. Mari duduk bersama agar sama-sama enak. Kesepakatan harga berapa yang paling pas, karena ini adalah ide dari mereka yang menginginkan berjualan di dalam,” Andi Sumangerukka memungkas.
Sebelumnya, Pemprov Sultra melakukan sterilisasi sementara di area eks MTQ. Hal ini dilakukan guna mendukung kelancaran arus logistik dan pembersihan kawasan secara menyeluruh.
Para pelaku UMKM diarea eks MTQ akan dipindahkan diarea dalam eks MTQ. Nantinya tenan-tenan tersebut akan dikelola melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sultra dengan proses seleksi ketat, mempertimbangkan rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Pariwisata (Dispar).
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post