Oleh: Fitri Suryani, S.Pd
Keadaan penduduk Palestina dengan penduduk muslim lainnya sungguh sangat berbeda. Di saat kaum muslim lainnya melaksanakan ibadah puasa dengan tenang dan merayakan Idulfitri dengan sukacita, tapi hal itu tidak dengan kaum muslim di Palestina yang hingga kini masih mengalami penderitaan.
Bagaimana tidak, pada Bulan Ramadan warga Palestina tetap mendapat serangan dari Zionis Israel. Sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia, 19-03-2025, serangan Israel ke Gaza yang terjadi pada 18 Maret telah menewaskan 413 orang dan lebih dari 600 orang mengalami luka-luka.
Begitu pula pada saat merayakan Idulfitri, pada 30 Maret 2025 Israel menyerang warga Gaza yang menewaskan 64 orang (Detik, 31-03-2025).
Pemberitaan mengenai pembantaian kaum muslim di Gaza Palestina seakan tak ada habisnya. Dunia pun seakan hanya menonton atas penderitaan dan pembantaian tersebut. Negara-negara di dunia, tak terkecuali negeri muslim sekadar mengecam hal itu dan sebatas memberi bantuan berupa makanan ataupun obat-obatan.
Derita yang dialami kaum muslim di Gaza tentu sangat menyesakkan dada. Bagaimana tidak, penyerangan dan pembantaian tersebut mereka alami bukan sekali dua kali saja. Sehingga seolah tak ada kedamaian yang mereka dapatkan dalam menjalani kehidupan normal manusia pada umumnya, tak terkecuali di bulan Ramadan dan saat perayaan Idulfitri.
Negara lain pun bukan tak membantu permasalahan Palestina, tapi sayang bantuannya tidak dapat menyelesaikan persoalan utama yang mereka hadapi. Bagaimana tidak, karena bantuan yang diperoleh sebatas makanan dan obat-obatan. Padahal derita yang mereka alami berupa serangan fisik.
Jadi jika serangan fisik yang mereka dapatkan, lalu negara lain membantu berupa sandang dan pangan, apakah hal itu mampu membantu menyelesaikan permasalahan Palestina?
Padahal sejatinya, serangan fisik yang mereka dapatkan harus dilawan dengan serangan fisik juga. Jadi mestinya kaum muslim negeri lain tak cukup membantu berupa makanan dan obat-obatan, tapi juga bantuan militer dari negara lain, khususnya negeri-negeri muslim.
Di samping itu, di mana para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang selama ini selalu bersemangat dalam menyuarakan HAM, jika ada yang mendapatkan ketidakadilan? Apakah hal itu tak berlaku bagi warga Gaza?
Pun di mana peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama ini? Bukankah tujuan PBB di antaranya adalah menjaga perdamaian dan keamanan dunia dan menyediakan bantuan kemanusiaan apabila terjadi kelaparan, bencana alam, dan konflik bersenjata. Sayangnya, hal itu tak berlaku untuk kaum muslim di dunia dalam hal ini Gaza.
Discussion about this post