Meski sebagai kepala daerah yang jauh dari Jakarta, Ganjar Pranowo memiliki modal dengan elektabilitas tertinggi (versi berbagai lembaga survei) sebagai bakal calon presiden. Dengan modal itu, Ganjar Pranowo diyakini akan memenangi Pilpres 2024. Gerakan rekan juang politik, relawan dan simpatisan akan melengkapi kerja-kerja partai politik yang akan mengusung dan mendukung Ganjar Pranowo.
Oleh karena itu, partai politik yang akan mengusung dan mendukung Ganjar Pranowo pun diminta untuk tidak jumawa, sombong, dan angkuh. Sebab Ganjar Pranowo dapat memenangkan Pilpres 2024 jika dan hanya jika parpol dapat bergotong royong dengan rekan juang politik, relawan, simpatisan untuk membujuk dan merebut hati rakyat.
Ganjar Pranowo Jadi Diri Sendiri
Per hari ini, Rabu (6/9/2023), Ganjar Pranowo kembali menjadi warga negara biasa, tanpa jabatan, tanpa ajudan. Maka sebagai warga negara biasa, sekaligus menjadi bacapres, saatnya Ganjar Pranowo memperkenalkan diri bersama ide, konsep, gagasan, dan program politik sebagai bacapres. Meski mengusung tema keberlanjutan dan kesinambungan, Ganjar tidak perlu terus bergantung dan mendompleng nama Jokowi.
Sama seperti Jokowi ketika menjadi bacapres tahun 2014, Jokowi diterima, dipilih, dan memenangi Pilpres tidak tergantung dan tidak mendompleng kepada siapapun. Rakyat menginginkan bacapres yang original, yang mampu menunjukkan “perbedaan” dengan bacapres lainnya.
Ganjar Pranowo harus lepas dari bayang-bayang siapapun. Ganjar Pranowo harus mengasosiasikan diri “sama dengan mayoritas rakyat”, sebagai orang biasa. Sebab kekuatan Ganjar Pranowo ada pada dirinya sebagai orang biasa, bukan darah biru, bukan anak atau menantu Presiden.(***)
Penulis adalah Koordinator Nasional Ganjar Republik Indonesia Satu (KorNas GaRIS)
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post