PENASULTRA.ID, KOLONODALE – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mulai mengoperasikan fasilitas Ship to Ship (STS) di Kolonodale sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem logistik energi di wilayah Sulawesi.
Fasilitas ini dirancang guna mendukung kelancaran distribusi Biosolar B50 agar pasokan energi ke berbagai daerah dapat terjaga secara optimal.
Pengoperasian perdana STS ini diawali dengan sandarnya kapal induk (mother ship) MT Marlin 88 berkapasitas 35.000 DWT. Sebelumnya, pada 18 Juli 2026, telah dilakukan pasokan perdana menggunakan MT Overseas Petromar yang mengangkut 15.000 kiloliter (KL) Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan 15.000 KL solar.
Rangkaian operasi tersebut berlanjut dengan penyaluran perdana melalui kapal pengumpan (shuttle ship) MT Jasmin XXXVII pada 22 Juli 2026.
Pada tahap awal, sebanyak 3.100 KL Biosolar B50 disalurkan guna memenuhi kebutuhan Fuel Terminal (FT) Kolonodale, FT Moutong, dan FT Poso. Ke depan, STS Kolonodale akan menjadi salah satu simpul distribusi penting yang melayani FT Poso, FT Moutong, Instalasi Terminal (IT) Gorontalo, FT Kolonodale, IT Kendari, FT Luwuk, FT Banggai, FT Sanana, FT Labuha, hingga FT Ternate, dengan estimasi volume penyaluran mencapai sekitar 79.978 KL setiap bulan.
Kehadiran fasilitas STS ini memberikan fleksibilitas yang lebih baik dalam proses distribusi produk bahan bakar minyak (BBM).
Mekanisme alih muat dari kapal induk ke kapal pengangkut memungkinkan pengiriman menuju terminal tujuan menjadi lebih efektif, sehingga rantai pasok energi di kawasan timur Sulawesi semakin andal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan, pengoperasian STS Kolonodale merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur logistik yang terus dilakukan perusahaan guna mendukung ketahanan energi di Sulawesi.


Discussion about this post