“Siapa kepala sekolahnya ini? Adik-adik harus tahu PT Vale merusak tanah orang tuamu. Saya tidak mau bertanggungjawab kalau ada kejadian,” ungkapnya.
Mendengar ini, para siswa terlihat ketakutan bahkan menangis mendengar sahutan kebencian yang menyerang PT Vale. Dalam sekejap, ruang belajar disulap jadi ajang demonstrasi.
Di tengah kekacauan, tim PT Vale berusaha menerima massa dengan baik dan menjelaskan tujuan kegiatan murni untuk berbagi edukasi karena keselamatan adalah yang terpenting. Tapi, massa terus berteriak “Bubarkan kegiatan!”
Siswa-siswi diminta berdiri dan keluar ruangan meninggalkan kegiatan juga manekin yang masih terbaring. Manekin ini diam, Ia tidak bisa bergerak jika manusia tidak menggerakkannya.
Sama seperti para pelajar, hari itu mereka tidak ingin bergerak keluar tapi keegoisan sekelompok orang menggerakkan mereka untuk bubar.
Begitu kelam, jiwa yang harusnya bebas belajar dan berkarya malah dibuat seperti manekin. Tidak bisa bersuara, tidak bisa bergerak, tidak bisa memilih. Ia hanya terdiam, mendengar teriakan, menelan ujaran kebencian hingga digerakkan pergi.
Salah seorang peserta yang enggan disebutkan Namanya untuk alasan keselamatannya mengaku kaget, trauma atas kejadian tersebut.
“Saya takut, tiba-tiba masuk berteriak padahal kami hanya mau ikut sosialisasi safety riding. Kami kasian sama PT Vale karena kegiatannya dihentikan dan disuruh pulang” tuturnya.
Saking takutnya, Ia bercerita mereka kembali di sekolah dan lanjut menangis. Bahkan dia mengaku, kehadirannya ke sekolah atas dasar izin orang tuanya yang senang mengikuti setiap kegiatan sosialisasi PT Vale.
“Orangtua tidak melarang ikut kegiatan PT Vale, malahan didukung. Setelah kegiatan berpapasan dengan kelompok orang yang sdh buat kericuhan, makin takut karena diliat-liati ki’ sama temannya,” kenangnya.
Peserta lainnya menyampaikan rasa terima kasih atas ilmu yang diberikan, karena menjadi ilmu baru dalam berkendara dengan aman dan selamat.
“Saya sangat senang bisa ikut, namun karena ada kejadian sehingga semua materi tidak bisa kami ikuti. Saya minta maaf atas kejadian kemarin,” katanya.
Penulis: Kaulia Ode
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post