PENASULTRAID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengangguran Indonesia per November 2025 sebanyak 7,35 juta orang. Sebagian besar dari jumlah tersebut adalah lulusan sarjana, yang mengindikasikan bahwa kompetensi lulusan belum selaras kebutuhan dunia kerja.
Alih-alih berfokus menyelesaikan masalah ini, banyak perguruan tinggi justru masih fokus pada urusan administratif. Terlebih kampus memang disyaratkan untuk menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang harus selaras dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pelaporan akreditasi, hingga bahan ajar.
Kondisi ini bertolak belakang dengan visi pemerintah yang mendorong Kampus Berdampak. Di mana institusi tidak sekadar menyelenggarakan pendidikan, tetapi menghasilkan lulusan kompeten, riset yang terhilirisasi, dan berkontribusi bagi pembangunan. Padahal peluang di depan mata sangat besar.
Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan kurikulum yang fleksibel dan melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI). Namun tanpa infrastruktur teknologi yang memadai, implementasi kurikulum terancam hanya menjadi formalitas.
“Akar masalahnya ada di kurikulum. Kurikulum belum akan berubah substansial selama dosen masih terbebani oleh pekerjaan administratif yang bisa diotomasi,” ungkap Sugianto Halim, CEO dan Founder SEVIMA, Selasa 10 Februari 2026.
Merespons tantangan tersebut, SEVIMA bekerjasama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan meluncurkan SEVIMA Edlink Dosen Pro AI, sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mengangkat beban administratif dosen sekaligus menjadi akselerator implementasi Kurikulum OBE di level institusi.
Peluncuran dilakukan dalam Executive Workshop bertajuk “Lead The Future: Memimpin Orkestrasi Kampus Berdampak dengan Artificial Intelligence (AI) dan Kurikulum Outcome Based Education” pada Kamis, 12 Februari 2026, di Rumah Perubahan, Jakarta.
Bersama Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Fauzan, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo,serta ratusan rektor dan pimpinan perguruan tinggi, akan menghadiri Executive Workshop yang digelar secara hybrid.
Forum ini juga menghadirkan Hj. Himmatul Aliyah, M.Si. (Wakil Ketua Komisi X DPR RI), Dr. Henri Togar H. T., M.A. (Kepala LLDIKTI Wilayah III Kemdiktisaintek), Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. (Guru Besar Universitas Indonesia dan penggagas Rumah Perubahan), serta para pakar.
Hasil Hilirisasi Riset untuk Kampus Berdampak
Edlink Dosen Pro AI merupakan hasil hilirisasi riset yang didanai Hibah Riset Prioritas Kemdiktisaintek melalui skema Ajakan Industri.
Fitur tersebut mampu mengonversi presentasi PowerPoint dan bahan ajar menjadi video pembelajaran secara otomatis, menyusun draf RPS yang terstruktur sesuai framework OBE, serta menghasilkan bank soal ujian yang terpetakan ke taksonomi Bloom dan selaras dengan CPL.


Discussion about this post