Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Konawe Utara Alham Kurniawan menyampaikan pentingnya penerapan pola tanam berkelanjutan dalam pengelolaan pertanian pekarangan.
Menurutnya, masyarakat perlu menerapkan sistem tanam bergilir agar produksi dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga ketika satu tanaman selesai dipanen, tanaman lain telah siap untuk dikembangkan.
Ia juga menekankan bahwa setiap komoditas memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari sisi kebutuhan nutrisi, kondisi tanah, maupun waktu tanam. Oleh karena itu, pemahaman terhadap teknik budidaya menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengoptimalkan hasil pekarangan.
CSR & ER Bureau Head PT ANTAM, Fachrul Mujahid, menyampaikan bahwa Program Mandiri Pangan merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Harapan kami, peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing sehingga manfaat program dapat berkembang lebih luas,” ujarnya.
Program ini akan dilanjutkan melalui pendampingan langsung ke pekarangan peserta dan monitoring berkala selama enam bulan hingga Desember 2026.
Dalam pengembangannya, program diarahkan agar masyarakat mampu membangun kemandirian pangan secara bertahap serta menjadi contoh pengelolaan pekarangan produktif di wilayah Kecamatan Molawe.
Melalui Program Mandiri Pangan, ANTAM berharap pemanfaatan pekarangan rumah dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan mendukung penguatan ketahanan pangan masyarakat Desa Mowundo.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post