PENASULTRA.ID, MUNA – Kericuhan mewarnai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Muna.
Ratusan orang tua geruduk Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Muna setelah 104 calon siswa dinyatakan tidak lolos seleksi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Raha, Selasa 14 Juli 2026.
Kepala SMAN 1 Raha Achamd Djayadi mengatakan, berdasarkan petunjuk teknis (juknis), sekolah yang dipimpinnya hanya mendapat alokasi 12 rombongan belajar (rombel).
Padahal sejak jauh hari SMAN 1 Raha sudah mengajukan kuota 13 rombel ke Disdikbud Sultra, akan tetapi permohonan tersebut tidak disetujui.
Lonjakan pendaftar diperparah dengan kapasitas yang terbatas. Pasalnya 536 pendaftar, kapasitas 12 rombel hanya mampu menampung 432 siswa, sehingga 104 pendaftar harus dinyatakan tidak lulus.
“Otomatis ada kelebihan pendaftar, overload,” ujar Achmad kepada wartawan saat menerima pengaduan orang tua di KCD Muna, Selasa 14 Juli 2026.
Achmad mengaku telah mengajukan surat permohonan penambahan kuota ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta berkonsultasi dengan Dikbud Sultra serta Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP).
Namun hingga pengumuman SPMB, belum ada jawaban resmi. Oleh karena itu SMAN 1 Raha memutuskan konsisten mengumumkan penerimaan sesuai juknis, yakni 432 siswa.
Keputusan itu memantik protes dari orang tua yang menuntut agar anak-anak mereka tetap diterima di SMAN 1 Raha, sekolah yang dipilih dan dianggap dekat serta memiliki reputasi baik.


Discussion about this post