PENASULTRAID, BAUBAU – Kelurahan Kolese, Kecamatan Lea-lea kembali bergetar dalam nuansa adat yang kental. Masyarakat setempat menggelar tradisi Kasambu-sambu, sebuah warisan leluhur yang hingga kini masih terjaga kelestariannya.
Acara yang sarat akan nilai spiritual dan sosial ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau La Ode Darus Salam mewakili Wali Kota Yusran Fahim yang pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi mendalam atas teguhnya masyarakat dalam menjaga identitas budaya di tengah gempuran modernisasi.
Dalam sambutannya, Sekda La Ode mengungkapkan bahwa Pemkot Baubau merasa bangga melihat masyarakat Kolese yang konsisten merawat warisan leluhur. Menurutnya, Kasambu-sambu bukan sekadar ritual makan bersama, melainkan simbol penguatan karakter masyarakat Buton.
”Tradisi ini mengandung nilai Pooma-maasiaka (saling menyayangi), Poangkat ngkataka (saling menyegani), dan Pomae-maeaka (saling menjaga harga diri). Di sini, kita duduk setara dalam balutan adat Pobinci-binci Kuli, tanpa sekat antara pemerintah dan rakyat,” katanya.
Selain aspek sakral, kata La Ode, pihaknya melihat potensi besar di Kecamatan Lea-Lea, khususnya Kelurahan Kolese, untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya.
Oleh sebab itu diharapkan ritual adat seperti Kasambu-sambu dapat dikemas secara profesional untuk menarik wisatawan sehingga mampu mendongkrak ekonomi lokal tanpa sedikitpun mengurangi kesakralan ritual tersebut.


Discussion about this post