PENASULTRAID, BAUBAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian nilai-nilai budaya dan religiusitas di Tanah Buton.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim bersama Wakil Wali Kota, Waode Hamsinah Bolu dan Sekda Kota Baubau La Ode Darus Salam menghadiri langsung prosesi ritual adat Malona Qunua (Malam qunut) yang dipusatkan di Baruga Keraton Buton pada Jumat dini hari 6 Maret 2026.
Acara yang berlangsung khidmat di tengah suasana bulan suci Ramadan ini turut dihadiri oleh perangkat adat Sara Kidina Masjid Agung Keraton Wolio, jajaran Forkopimda, kepala-kepala OPD serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam keterangan persnya, Sekda Kota Baubau, La Ode Darus Salam menjelaskan bahwa Malona Qunua merupakan tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak era Kesultanan Buton hingga saat ini.
“Kegiatan ini adalah warisan luar biasa. Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkomitmen untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan pelaksanaan ritual ini setiap tahunnya di bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Menurut La Ode, lebih dari sekadar ritual keagamaan, tradisi adat Malona Qunua juga menjadi momentum krusial bagi penguatan hubungan sosial di Kota Baubau. Ritual ini menjadi titik temu atau ajang silaturahmi antara masyarakat umum, perangkat sara kidina dan Pemerintah Kota Baubau.
Melalui sinergi ini, diharapkan nilai-nilai luhur kebudayaan Buton tetap menjadi fondasi pembangunan karakter masyarakat di masa depan.


Discussion about this post