PENASULTRAID, JAKARTA – PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru Jakarta–Bangkok serta dua rute domestik dari Denpasar, Bali menuju Wakatobi dan Waingapu.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi TransNusa untuk memperkuat konektivitas regional, menjawab meningkatnya kebutuhan perjalanan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperluas akses menuju destinasi-destinasi unggulan Indonesia.
Group CEO TransNusa, Datuk Bernard Francis mengatakan pembukaan rute menuju Bangkok, Wakatobi, dan Waingapu mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas konektivitas bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Pembukaan rute menuju Bangkok, Wakatobi, dan Waingapu merupakan bagian dari strategi ekspansi jaringan penerbangan TransNusa untuk menghadirkan konektivitas yang lebih baik ke berbagai destinasi potensial di Indonesia maupun kawasan regional. Kami percaya kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat,” ujar Datuk Bernard dalam keterangannya, Selasa 7 Juli 2026.
Tingginya minat wisatawan Indonesia terhadap Thailand serta meningkatnya ketertarikan wisatawan Thailand untuk berkunjung ke Indonesia menjadi peluang yang mendorong TransNusa untuk memperkuat konektivitas antara kedua negara.
“Dengan membuka rute Jakarta–Bangkok dan menghadirkan dua penerbangan setiap hari, kami ingin memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada pelanggan sekaligus memperkuat konektivitas antara Indonesia dan Thailand. Pada saat yang sama, dengan Bali sebagai hub internasional TransNusa, kami optimistis destinasi seperti Wakatobi dan Waingapu akan semakin mudah dijangkau oleh wisatawan domestik maupun mancanegara,” tambah Datuk Bernard.
Seiring dengan terus berkembangnya jaringan internasional TransNusa, konektivitas yang semakin luas diharapkan tidak hanya mendorong pergerakan wisatawan, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi sektor perdagangan, investasi, MICE, hingga pertukaran budaya di kawasan Asia Tenggara.
Perkuat Konektivitas Indonesia–Thailand
TransNusa akan mulai mengoperasikan rute Jakarta (CGK)–Bangkok (BKK) pada 6 Agustus 2026 dengan frekuensi dua penerbangan setiap hari. Kehadiran layanan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi wisatawan maupun pelaku bisnis yang bepergian antara Indonesia dan Thailand.
Seluruh penerbangan TransNusa menuju Bangkok akan dilayani melalui Suvarnabhumi Airport, bandara internasional utama Thailand yang memiliki konektivitas luas menuju berbagai kota di Thailand maupun destinasi internasional lainnya.
Penerbangan pertama dari Jakarta dijadwalkan berangkat pada pukul 08.20 WIB dan tiba di Bangkok pada pukul 11.45 waktu setempat. Sementara itu, penerbangan kembali akan berangkat dari Bangkok pukul 12.30 waktu setempat dan tiba di Jakarta pukul 15.55 WIB.
Untuk penerbangan kedua, akan berangkat dari Jakarta pada pukul 16.30 WIB dan tiba pada pukul 19.55 waktu setempat. Sedangkan untuk penerbangan kembali, layanan dari Bangkok dijadwalkan berangkat pada pukul 20.40 waktu setempat, dan akan mendarat di Jakarta pukul 00.05 WIB.
Untuk menyambut pembukaan rute baru ini, TransNusa menghadirkan tarif spesial mulai dari Rp2.999.000 untuk sekali jalan (one way), memberikan pilihan perjalanan yang semakin terjangkau bagi wisatawan maupun pelaku bisnis yang bepergian antara Indonesia dan Thailand.
Thailand selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia, sementara Indonesia juga semakin diminati wisatawan asal Thailand yang ingin menjelajahi berbagai destinasi unggulan seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, hingga destinasi wisata baru di Indonesia Timur.
Dengan konektivitas yang semakin baik antara kedua negara, pembukaan rute Jakarta–Bangkok diharapkan dapat memperkuat hubungan pariwisata Indonesia–Thailand sekaligus mendukung pertumbuhan mobilitas masyarakat, perdagangan, investasi, serta aktivitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di kawasan.
Perluas Konektivitas Wisatawan Menuju Indonesia Timur


Discussion about this post