Bukan hanya pekerja industri dan tambang, masyarakat umumnya juga yang melakukan perjalanan dari Provinsi Sulawesi Tengah menuju ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu Kota Kendari (atau sebaliknya) kerap mengakses jalan darat untuk melintasi penyeberangan sungai Konaweeha ini.
Sangat disayangkan, ketika penyeberangan ini ramai dilalui masyarakat, luput dari perhatian mengenai sisi keamanannya. Kecelakaan lalulintas penyeberangan akhirnya memakan korban jiwa.
Kebanyakan penyebab kecelakaan karena kurang kewaspadaan dan minimnya perhatian dari aspek keselamatan.
Oleh karenanya fasilitas penyeberangan yang sangat minim hendaknya menjadi salah satu perhatian kita semua dalam menggunakan jasa angkutan penyeberangan. Termasuk pengguna jasa sampai pemilik pincara supaya lebih mengutamakan keselamatan penumpang dan pengguna jasa penyeberangan.
Seyogianya jasa penyeberangan yang beroperasi, bisa menjamin keselamatan nyawa. Seluruh masyarakat pengguna jasa penyeberangan pun hendaknya selalu mengutamakan keselamatan. Setidaknya saat berada di atas rakit/perahu, wajib mengenakan life jacket (baju pelampung).
Perahu yang beroperasi pun harus memiliki pembatas yang kokoh, sehingga mampu menahan mobil, tidak terjun ke sungai. Yang terpenting lagi soal kewaspadaan semua penumpang dalam kendaraan roda empat. Semestinya, semua penumpang harus keluar saat kendaraannya saat berada di atas pincara.
Kehadiran pemerintah pun sangat dibutuhkan. Dengan melihat kecelakaan penyeberangan yang kerap terjadi seharusnya pemerintah sudah memikirkan pembangunan jembatan penyeberangan yang menjadi transportasi terdekat dalam menghubungkan dua kecamatan dan bahkan antara kabupaten dan provinsi.(***)
Penulis: Staf BPS Konawe
Jangan lewatkan video terbaru:
Discussion about this post