“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi dan seluruh pihak. Kegiatan ini menjadi satu kesatuan dengan program kami, termasuk Sultra Maimo yang berlangsung selama tiga hari,” kata Edwin.
Ditempat yang sama, Prof. Badri Munir Sukoco selaku Plt. Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek menilai Harmoni Sultra sebagai etalase kekuatan ekonomi, budaya, dan potensi generasi muda daerah.
“Harmoni Sultra bukan sekadar pesta rakyat, tetapi menunjukkan fondasi kuat Sulawesi Tenggara dalam membangun masa depan,” tutur Prof. Badri.
Ia menegaskan komitmen kementerian sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah melalui penguatan pendidikan tinggi dan riset. Sejumlah perguruan tinggi di Sultra didorong menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.
Badri menyampaikan bahwa pemerintah tengah membangun SMA Unggul Garuda sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk mencetak talenta di bidang sains dan teknologi. Selain itu, program KIP Kuliah terus diperluas agar akses pendidikan semakin merata.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak cerdas yang tertinggal hanya karena keterbatasan biaya,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat, Harmoni Sultra 2026 diharapkan menjadi agenda unggulan yang mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah penguatan ekonomi, promosi budaya, serta pengembangan potensi daerah menuju Sulawesi Tenggara yang lebih maju dan berdaya saing.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post