Manajemen resiko adalah upaya dini (preventif) dalam mengatasi hambatan atau tantangan yang bisa menyebabkan menghalangi pencapaian tujuan tertentu. Sama halnya dengan puasa. Agar tujuan puasa tercapai, diperlukan pendekatan dini dan terencana.
Paling tidak ada beberapa cara untuk mengatasi risiko kegagalan puasa. Pertama puasa tidak sekedar menggugurkan syarat sahnya saja, akan tetapi juga menjaga diri dari segala hal yang menyebabkan nilai puasa tereduksi seperti menjaga lisan, menjaga pikiran, dan menjaga hati.
Kedua, membangun kualitas ibadah dengan memperbanyak amalan-amalan kebaikan sepeti infaq dan sedeqah. Ketiga, melaksanakan ibadah puasa dengan penuh kepasrahan, bukan karena pujian dan mengejar penilaian sesama, akan tetapi semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT.
Melalui pengelolaan risiko kegagalan puasa sejak dini, pada gilirannya akan membuat diri semakin mawas diri. Akhirnya output puasa “la’allakum tattaqun” dapat dicapai dengan baik. Semoga. Wallahu a’lam bissawab.(***)
Penulis: Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Sultra
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post