Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulawesi Tenggara (Sultra), Jaelani memberikan instruksi khusus kepada seluruh pengurus dan kader di wilayah daratan.
Ia menekankan bahwa kekuatan utama PKB terletak pada soliditas struktur dari tingkat wilayah hingga ranting. Ia juga menggaungkan konsep “Politik Kehadiran” sebagai ruh perjuangan partai ke depan.
”PKB bukan hanya hadir saat momentum pemilu saja. Pengurus harus memastikan politik kehadiran itu nyata di tengah masyarakat. Kepemimpinan kita harus sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat kecil,” beber Jaelani.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sultra, Hugua. Dalam kesempatan tersebut, tokoh yang dikenal dengan visi maritimnya ini memberikan apresiasi terhadap langkah konsolidasi yang dilakukan PKB.
Hugua menitikberatkan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun Sulawesi Tenggara yang lebih baik. Menurutnya, partai politik memiliki peran sentral dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Menurutnya, PKB harus mengintegrasikan program partai dengan kebutuhan daerah. Selain itu, turut mempercepat pembangunan melalui dukungan legislatif dan eksekutif yang solid.
Muscab Zona Daratan ini diikuti oleh perwakilan pengurus DPC dari berbagai kabupaten/kota di daratan Sulawesi Tenggara. Selain agenda pemilihan dan penetapan pengurus, musyawarah ini juga membahas strategi pemenangan dan penyusunan program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan sosial keagamaan.
Dengan terlaksananya Muscab ini, PKB Sultra optimis dapat meningkatkan perolehan suara dan memperkuat posisi tawar politik demi mengawal kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat luas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post