Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, sektor konsumsi memegang porsi terbesar yaitu 48,5 persen atau Rp26,38 triliun, disusul modal kerja sebesar 32,0 persen, dan investasi sebesar 19,6 persen.
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mendapat porsi strategis dengan penyerapan kredit mencapai Rp16,45 triliun, atau mengambil andil sebesar 30,2 persen dari total kredit perbankan di bumi Anoa.
Secara spasial, Kota Kendari memimpin perolehan DPK dan penyaluran kredit terbesar dengan jumlah masing-masing Rp23,49 triliun, sementara Kabupaten Kolaka berada di posisi kedua.
Berdasarkan sektor ekonomi, kredit perbankan paling banyak mengalir ke sektor rumah tangga dengan nilai Rp24,93 triliun atau berkontribusi sebesar 45,8 persen.
Sektor produktif lainnya seperti perdagangan besar dan eceran menyerap Rp8,11 triliun, diikuti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp4,64 triliun, industri pengolahan Rp4,60 triliun, serta sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp3,97 triliun.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post