PENASULTRA.ID, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat pertumbuhan positif pada kinerja industri perbankan di wilayah tersebut selama Triwulan I-2026.
Kinerja perbankan yang menguat ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Hingga Maret 2026, total aset perbankan di Sultra berhasil mencapai Rp62,29 triliun, didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp33,76 triliun dan penyaluran kredit yang menembus angka Rp54,43 triliun.
Penyaluran kredit tersebut tercatat tumbuh sebesar 4,86 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, aktivitas intermediasi yang solid ini berjalan beriringan dengan kualitas kredit yang sangat sehat.
Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan di Sulawesi Tenggara berada di angka 1,85 persen.
“Yang berarti masih terjaga jauh di bawah ambang batas aman sebesar 5 persen,” kata Bismi.
Pertumbuhan ini juga ditopang oleh sektor perbankan syariah yang mengalami akselerasi luar biasa, di mana penyaluran kredit syariah melesat hingga 43,32 persen (yoy) mencapai Rp4,95 triliun.
Jika ditilik berdasarkan komposisinya, DPK masyarakat di Sulawesi Tenggara masih didominasi oleh produk tabungan yang porsinya mencapai 67,4 persen atau setara Rp22,74 triliun.


Discussion about this post