PENASULTRA.ID, KONAWE UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) memperkuat komitmen pemerataan pembangunan melalui kerja sama strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) atau dikenal Bank Sultra.
Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kredit (PK) Pinjaman Daerah di Tower Bank Sultra, Kendari.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Konawe Utara, Ikbar, didampingi Ketua DPRD Konut, Herman Sewani, Sekretaris Daerah Safruddin, serta jajaran kepala perangkat daerah. Penandatanganan ini juga disaksikan oleh notaris untuk menjamin legalitas dan transparansi tata kelola keuangan daerah.
Bupati Konut, Ikbar mengatakan, pembiayaan ini merupakan solusi konkret untuk mendanai program prioritas yang telah direncanakan. Fokus utamanya adalah mendorong roda perekonomian dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pinjaman daerah ini akan dialokasikan untuk 39 paket pekerjaan strategis, mulai dari peningkatan akses jalan, trotoar, drainase, hingga pembangunan gedung kantor dan sarana umum lainnya. Kami ingin memastikan setiap pembangunan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Ikbar.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan perencanaan matang dengan memperhatikan aspek estetika.
Ikbar juga menekankan pentingnya eksekusi yang bertanggung jawab agar hasil pembangunan tidak hanya fungsional, tetapi juga mempercantik wajah Kabupaten Konawe Utara.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar menyambut baik kepercayaan Pemkab Konut. Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Sultra berkomitmen menjadi mitra strategis pertumbuhan ekonomi di Sultra.
“Momentum ini adalah wujud sinergi nyata. Kami memberikan dukungan pembiayaan produktif yang terukur untuk percepatan infrastruktur. Jangka waktu pembiayaan telah disusun sesuai kerangka anggaran hingga tahun 2028,” beber Andri.
Pihak bank juga memastikan akan menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Pencairan dana akan dilakukan secara bertahap berdasarkan progres pekerjaan di lapangan dengan dokumen pendukung yang lengkap.
Langkah strategis ini menjadi bukti bahwa pengelolaan fiskal yang kreatif mampu menjadi solusi di tengah tantangan anggaran. Melalui skema ini, Pemkab Konut optimis dapat menciptakan efek domino bagi ekonomi lokal, memangkas biaya logistik, dan meningkatkan daya saing daerah.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post