PENASULTRAID, BOMBANA – Kondisi infrastruktur jembatan di Desa Tanpabulu, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana kembali menjadi sorotan setelah dikeluhkan warga dan pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Pada Jumat 27 Maret 2026, momen warga dan pengendara saat menyeberangi jembatan tersebut memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Jembatan yang menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat itu dinilai membahayakan keselamatan, baik bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Sejumlah warga menyebut, kerusakan jembatan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan signifikan dari pihak terkait. Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi penghubung antarwilayah sekaligus akses distribusi hasil pertanian masyarakat.
Hendro (25), warga Desa Tanpabulu, mengungkapkan bahwa kecelakaan di lokasi tersebut kerap terjadi dan menimbulkan korban luka.
“Sering terjadi kecelakaan dan korbannya sampai luka-luka,” ujar Hendro saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, sebagian besar korban kecelakaan justru berasal dari kalangan ibu-ibu yang setiap hari melintas untuk beraktivitas, baik ke pasar maupun ke lahan pertanian.
Masyarakat sebenarnya sudah berulang kali mengusulkan perbaikan jembatan tersebut kepada pemerintah. Namun, hingga kini belum ada kejelasan tindak lanjut.
“Kami ini sering dipingpong. Belum jelas apakah jembatan ini tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bombana atau Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara,” sorot Hendro.


Discussion about this post