Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, ruas jalan di Desa Tanpabulu diketahui merupakan jalan kabupaten yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Bombana.
Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat Desa Tanpabulu merupakan salah satu sentra pertanian unggulan di wilayah tersebut. Desa ini dikenal sebagai penghasil padi sawah terbesar di Kecamatan Poleang Utara, serta komoditas hortikultura seperti bawang, kol, sawi, tomat, dan berbagai jenis sayur mayur lainnya.
Kerusakan infrastruktur jembatan tersebut dinilai tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama perekonomian masyarakat setempat.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan tersebut, sekaligus memperjelas status kewenangan agar tidak lagi terjadi saling lempar tanggung jawab.
“Kami hanya ingin ada perhatian serius. Ini menyangkut keselamatan dan ekonomi masyarakat,” pungkas Hendro.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post