“Kalau ambil dari luar daerah, ongkos angkutnya mahal. Itu makin menambah beban kami,” ungkap seorang peternak ayam pedaging di wilayah Konsel.
Para peternak berharap pemerintah daerah bersama DPR dapat memperjuangkan distribusi jagung pakan yang adil dan terjangkau. Mereka meminta agar Bulog dapat menyediakan skema harga eceran tertinggi (HET) atau pakan bersubsidi seperti skema SPHP untuk sektor peternakan.
“Kami tidak menolak program penyerapan gabah dan jagung oleh Bulog. Tapi mohon ada solusi untuk peternak. Berikan distribusi pakan yang adil dengan harga terjangkau agar usaha kami tetap bertahan,” tegas Mahfud.
Selain persoalan pakan, peternak juga berharap kemudahan dalam memperoleh obat-obatan, vitamin, serta vaksin ternak ayam petelur guna menjaga produktivitas dan mencegah penyakit.
“Ketersediaan vaksin dan vitamin juga penting. Kalau ayam sakit dan produksi turun, kerugian makin besar,” ujar Yus.
Yus menegaskan, keberlangsungan usaha mereka tidak hanya menyangkut ekonomi keluarga, tetapi juga stabilitas pasokan telur dan daging ayam bagi masyarakat Konawe Selatan.
Dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi protein hewani, terutama menjelang Ramadan, mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar keseimbangan ketahanan pangan dari sisi peternakan tetap terjaga.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post