“HPAL Sambalagi hari ini menempatkan standar baru, bukan sekadar mengikuti standar yang sudah ada. Proyek ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas negara—Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok—dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional kita, yaitu membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, kedatangan autoclave merupakan simbol dari perjalanan yang lebih besar. Bukan hanya pembangunan sebuah fasilitas industri, tetapi langkah nyata dalam membangun ekosistem hilirisasi yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.
“Hari ini kita memang menyambut kedatangan autoclave di HPAL Sambalagi. Namun yang sesungguhnya sedang kita bangun bukan hanya sebuah fasilitas industri. Kita sedang membangun ekosistem hilirisasi yang lengkap dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia. Inilah makna sesungguhnya dari hilirisasi: menciptakan nilai, menciptakan kesempatan, dan menciptakan harapan,” tambahnya.
Rosan juga mengapresiasi pengembangan kawasan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas industri, tetapi turut menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti sarana olahraga, ruang rekreasi, dan fasilitas sosial lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, pendekatan tersebut mencerminkan pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.
Rosan menilai komitmen PT Vale bersama para mitra dalam mengembangkan kawasan industri rendah karbon sejalan dengan agenda Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emissions, sehingga pembangunan yang dilakukan hari ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Pemerintah Daerah Dukung Pengembangan Kawasan Industri
Senada dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido turut mengapresiasi pengembangan HPAL Sambalagi yang dinilai tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek sosial.
Menurutnya, pengembangan kawasan industri seyogianya mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
“Kami mengapresiasi komitmen PT Vale dan para mitra yang tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang serta membuka akses bagi masyarakat terhadap berbagai fasilitas yang telah dibangun. Pendekatan seperti inilah yang kami harapkan, di mana pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menyampaikan apresiasinya atas kemajuan pembangunan Proyek HPAL Sambalagi yang dinilai menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Morowali sebagai pusat hilirisasi mineral nasional.
“Pemerintah Kabupaten Morowali menyambut baik perkembangan Proyek HPAL Sambalagi sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui hilirisasi industri. Kami meyakini kehadiran investasi seperti ini akan membuka lebih banyak peluang kerja, menggerakkan sektor usaha lokal, serta memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah,” ujar Iksan.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Morowali berkomitmen untuk terus mendukung iklim investasi yang kondusif serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan kawasan industri dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan kawasan industri membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Morowali siap terus bersinergi dengan PT Vale dan seluruh mitra untuk mendukung pengembangan kawasan industri yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat Morowali,” tambahnya.
Kedatangan autoclave ini menjadi fondasi penting menuju tahapan pemasangan peralatan utama, commissioning, hingga operasional fasilitas HPAL Sambalagi.
Melalui proyek ini, PT Vale bersama mitranya melalui PT BNSI terus memperkuat perannya dalam mendukung agenda hilirisasi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pemain strategis dalam rantai pasok global industri baterai dan transisi energi.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post