“Dulu pengrajinnya cukup banyak, tetapi sekarang mulai berkurang karena generasi muda kurang tertarik. Karena itu kami melakukan pelatihan kepada anak-anak muda agar keterampilan ini tidak terputus dan tetap lestari,” katanya.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah produk UMKM binaan telah tampil dalam berbagai pameran tingkat provinsi maupun nasional, termasuk di Jakarta.
Saat ini, sekitar lima hingga sepuluh UMKM binaan telah berhasil memperluas jangkauan pemasarannya hingga tingkat provinsi, dengan sektor makanan dan minuman masih menjadi kontributor terbesar.
Sebagai bagian dari strategi penguatan pasar, perusahaan juga memanfaatkan produk UMKM binaan sebagai suvenir resmi bagi tamu dan mitra. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan eksposur produk sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Luwu Timur.
Tidak hanya berpartisipasi dalam pameran, perusahaan juga mendukung rangkaian kegiatan HKG PKK Nasional dan HUT Dekranas 2026 melalui kegiatan Jalan Sehat Anti Mager yang digelar pada Sabtu (11/7), dengan titik start di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.
Partisipasi tersebut mencerminkan dukungan perusahaan terhadap kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan pembangunan ekonomi yang inklusif.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post