PENASULTRAID, JAKARTA – Setelah merilis lagu ketiganya berjudul “Senyumanmu” di tahun lalu, Septears, solois asal Malang, kembali merilis lagu berikutnya berjudul “Hitam”.
Lagu ini menghadirkan emosi paling jujur tentang kenyataan bahwa luka tidak akan hilang, walaupun seseorang yakin sudah move on dari cinta lamanya.
“Hitam” memberikan gambaran nyata bagaimana seseorang bisa mencari pelarian sejauh mungkin, tetapi luka dan rasa sepi masih menghantui.
Dianalogikan sebagai warna hitam, karena pelarian itu terkadang tidak berarti hal baik bagi orang lain, namun bagi seseorang yang berusaha melupakan sesuatu yang melekat dalam kehidupannya hal itu bisa dibenarkan juga.
Sampai pada akhirnya, pelarian itu memberikan kesadaran bahwa yang terpenting bukanlah menghilangkan luka, tetapi ketika teringat momen terindah dahulu, perasaan sudah jauh berbeda.
Menurut Septears, ketika sudah move on, seseorang bisa merasa bahwa hidupnya kembali seperti dahulu sebelum pernah tersentuh luka. Namun, yang terjadi adalah hidup terus berjalan beriringan bersama luka yang pernah dirasakan.
Luka itu tetap di tempat yang sama, tidak berpindah, mengecil, atau terlupakan, namun kita saja yang meluaskan dunia kita sehingga seolah-olah luka itu tidak pernah ada. Itulah pesan yang disampaikan dari lagu “Hitam”.
Septears mengatakan bahwa lagu ini terpusat pada lirik “Rimbanya sepi pernah ku lalui, walau mungkin ku belum sempat mengakhiri”, seseorang bisa merasa bahwa sudah tidak merasa kesepian dengan pelarian yang sudah dilakukan, tetapi sadar bahwa rasa sepi itu akan selalu ada.


Discussion about this post