Begitu juga luka yang pernah dirasakan, dia akan tetap di sana, sebagai memori pengingat bahwa hidup adalah sebuah perjalanan. Tidak masalah jika pernah merasa terluka, namun apakah luka itu bisa mempengaruhi di masa kini.
“Hitam” dikemas dengan genre ballad jazz. Menurut Decky Anugrah sebagai produser dan arranger, ada kesulitan saat mengemas lagu ini supaya tetap terdengar simple is more, karena menghadirkan suasana gelap di saat otak terasa ramai.
Instrumen drum dalam lagu ini spesial
karena disaat lirik dan suasana ingin kembali ke suasana cerah, drumnya justru menarik untuk tetap di suasana gelap. Lagu ini juga di mixing, mastering dan diisi gitar oleh Hanung Paraduta di Paraduta Record, dan dibantu oleh Ilham Nur Syuhada.
Dari lagu ini, Septears berharap karyanya bisa menemukan pendengarnya, memeluk perasaan pendengar, terutama bagi mereka yang pernah merasakan luka.
Lagu ini memberi ruang untuk pendengar menerima luka itu sebagai sesuatu yang harusnya tidak dilepaskan, tetapi belajar dibersamai bersama kehidupan yang dilalui. Akan tersedia di berbagai platform musik digital pada 16 Juli 2026, “Hitam” siap menjadi teman harimu yang sepi.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post