“Bagi PT Vale, kegiatan UKW bukan hanya agenda peningkatan kapasitas wartawan, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem informasi yang profesional, beretika, dan kredibel, khususnya di wilayah operasional kami,” ujarnya.
Menurut Suwarny, di era keterbukaan informasi dan derasnya arus digital, peran wartawan menjadi semakin strategis sebagai penjaga akurasi, keseimbangan, dan kepercayaan publik.
“Kita kerap mendengar narasi tentang dirty nickel, praktik pertambangan yang merusak lingkungan, atau aktivitas yang dinilai tidak sesuai kaidah, khususnya di wilayah seperti Morowali. Di sinilah peran media menjadi sangat penting, tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan informasi yang utuh, berbasis data, dan berimbang. Kehadiran PT Vale dalam UKW ini adalah wujud komitmen kami terhadap keterbukaan informasi dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Morowali, Mahmud Mattangara menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kontribusi PT Vale Indonesia dalam pelaksanaan UKW tahun ini.
Ia menilai kehadiran perusahaan tambang kelas dunia tersebut menjadi penguat penting bagi peningkatan kualitas wartawan lokal.
“Kami berterima kasih atas dukungan dan partisipasi PT Vale Indonesia yang telah berkontribusi besar dalam kegiatan ini. Ini luar biasa, karena menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kualitas sumber daya manusia pers di Morowali. Dari lebih dari 20 pendaftar, sekitar 15 peserta hari ini mengikuti proses UKW. Dukungan seperti ini sangat membantu kami menyiapkan wartawan yang lebih layak, profesional, dan berkualitas ke depan,” ujar Mahmud.
Partisipasi dunia usaha dalam penguatan kapasitas wartawan juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo) Daerah Kabupaten Morowali, Badiuz Zaman yang mewakili Bupati Morowali, menilai kegiatan UKW sebagai ruang kolaborasi strategis antara perusahaan, media, dan pemerintah.
“Kegiatan ini sangat positif. Perusahaan membutuhkan media, dan media juga membutuhkan akses informasi yang terbuka. Karena itu, kolaborasi yang sehat perlu terus dikembangkan. Narasi dan presentasi dari PT Vale hari ini juga menjadi contoh bagaimana informasi yang komprehensif dapat menjadi penyeimbang atas berbagai pemberitaan negatif yang tidak jarang muncul di ruang publik,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam UKW PWI Morowali, PT Vale Indonesia menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada kinerja produksi, tetapi juga pada pembangunan kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka dan berbasis fakta.
Sinergi antara perusahaan, media, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan narasi keberlanjutan yang lebih kuat, adil, dan berpijak pada realitas lapangan.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
PT Vale Indonesia, UKW, PWI Morowali,


Discussion about this post