Rampung yang kedua
langsung disambut buang angin yang ketiga.
Jika yang keempat
masih batal lagi
haruskah jujur, senantiasa mengulang dari awal.
Bukankah hanya diri sendiri yang faham
Bukankah tidak ada orang lain yang mengetahui
Bukankah Tuhan juga Maha Pemurah, Pengasih dan Penyayang?
Ada kebenaran yang tidak perlu saksi
terletak di nurani.
Meski tak ada mata memandang
meski tidak ada cemooh dari manusia manapun
Kebenaran sejati
hadir dalam hati yang bersih.
Wudu sampai kapanpun
tetap harus sempurna
Kendati cuma diri pribadi yang tahu keabsahannya.
Kebenaran kesempurnaan wudu tak butuh pengakuan
juga tak perlu bukti dukungan
atau saksi penjelas.
Kebenaran kesempurnaan wudu
Pertanggungjawaban nurani
dari seorang hamba
kepada Allah.
Jakarta, 9 Juni 2020
(Dikutip dari buku kumpulan puisi Religi “Mata Burung Gagak Gitaris Rock,” karya Wina Armada Sukardi). T a b i k!
(Bersambung……)
Penulis adalah wartawan dan advokat senior serta Dewan Pakar Pengurus Pusat Muhammadiyah
(Tulisan ini merupakan reportase/opini pribadi)
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post