“Buat kami, kesedihan itu bukan sesuatu yang harus ditutupi atau didramatisasi. Ia ada, dan kami memilih untuk menghadapinya dengan cara kami sendiri. Musik jadi ruang untuk mengolah perasaan-perasaan itu tanpa harus tenggelam di dalamnya—cukup diterima, lalu ditertawakan bersama,” tambah Ilham.
Lagu-lagu di Siurversa menghadirkan potret perasaan yang dekat dengan keseharian tanpa perlu drama berlebihan: “Sial” menerjemahkan momen buruk secara jujur dan ringan, “Oh Hello!” menyapa dengan nuansa catchy yang mengingatkan bahwa tidak semua emosi harus ditampilkan muram, sementara “Eye Contact” menangkap chemistry singkat antara dua orang yang cukup disimpan sebagai momen—tanpa kata, tanpa kelanjutan.
Melalui “0 Attention”, 5678things menegaskan sikap untuk memilih fokus pada diri sendiri, dengan mengabaikan penilaian dan asumsi dari mereka yang merasa paling tahu, karena tidak semua suara layak diberi ruang.
Secara konsep, Siuversa; Song Is Our Conversation terasa sangat generasional. Di era di mana orang hanya ingin terlihat baik-baik saja, 5678things justru menawarkan alternatif: menerima kesedihan, lalu mengolahnya dengan cara yang lebih ringan. Because honestly, nobody really cares how sad you are—so why not turn it into something fun?.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post