PENASULTRAID, JAKARTA – Wayang adalah band Indonesia yang telah mengukir jejak suksesnya dengan banyak lagu hits sejak 1995.
Sedikit melihat ke belakang, sepanjang kariernya di dunia musik, Wayang telah menorehkan sejumlah hits di antaranya: “Damai” (1997), “Dongeng” (1999), “Katanya” (1999), “Kecewa” (2000), “Gadis Kecil” (2000), “Beri Aku Cinta” (2001), “Tak Selamanya” (2002), “Andai Kau Ada” (2002).
Kemudian, “Tersiksa” (2008), “Pasti Bisa” (2014), “Tunggu Apa Lagi” (2018), “Buat Apa Mencoba” (2019), “Tak Pernah Salah” (2020) dan 2 single yang dirilis pada 2023 lalu yaitu “123” dan “Radar”, serta lagu “Cinta Pertama (2025)”.
Adapun deretan album yang pernah dikeluarkan Wayang antara lain album perdananya “Damai” yang dirilis pada 1997 dan beberapa album lainnya yaitu “Dongeng” (1999), “Transisi” (2000), “The Best of Wayang” (2001), “WYG” (2002), dan “Dari Hati” (2003).
Setelah melalui perjalanan panjang di dunia musik Indonesia, di pertengahan 2026 ini Wayang memutuskan memulai era baru mereka dengan berbagai perubahan yang cukup mengagetkan baik dalam tubuh Wayang maupun secara musik.
Kini Wayang hadir dengan formasi baru yaitu Taurin (Vocal), Odji (Bass), Ilham (Gitar), Aie (Gitar), dan Farid (Drum).
Odji mengungkapkan bahwa pada akhir 2025 lalu hanya tersisa dirinya sebagai personil asli yang masih ingin meneruskan perjalanan Wayang.
“Bunda Lilik sebagai orang tua Wayang yang dari awal membangun dan membesarkan band ini ingin agar Wayang tetap selalu ada. Lalu kita mencoba mencari personil baru tanpa audisi, sebelumnya Wayang memang sudah dibantu oleh Aie sebagai gitaris,” ungkap Odji tentang perubahan Wayang, Selasa 28 April 2026.
Lalu melalui salah satu teman, Odji bertemu Taurin dan Farid di Januari 2026. Usai ngobrol, ternyata cocok. Kemudian mereka mengajak Ilham yang juga seorang gitaris.
Akhirnya mereka mencoba berjalan dengan dua gitaris dan ternyata kehadiran personil-personil baru ini justru memberi angin segar di musik Wayang.
Di karya terbaru, mereka memang ingin menghadirkan Wayang dengan nyawa dan energi yang baru. Bukan hanya formasi baru dengan vokalis cewek dan dua gitaris, tapi secara genre musik juga akan berbeda dari lagu-lagu Wayang sebelumnya.
“Kalau lagu-lagu Wayang sebelumnya lebih banyak saya yang tulis, tapi kali ini tidak. Demikian juga dengan sebutan nama fans Wayang yang tadinya ‘Wayangku’ berubah menjadi ‘Pendongeng’. Intinya kita komit ingin Wayang terus membawa perubahan baik kedepannya,” tekan Odji.
Perubahan dalam bermusik sebuah band adalah hal yang wajar dan banyak yang sudah melakukannya. Hal ini terjadi didorong oleh berbagai faktor mulai dari eksplorasi suara, perubahan selera, kedewasaan artistik hingga pengaruh industri musik.
Demikian pula bagi masing-masing personel, formasi Wayang saat ini bukan hanya memberi perubahan yang drastis saja namun keinginan bertumbuh ke arah yang lebih baik secara musik, proses kreatif dan penampilan di atas panggung menjadi alasan utama.


Discussion about this post