PENASULTRA.ID, JAKARTA – Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) RI bidang Infrastruktur dan Investasi, Dr. Sukriansyah S Latief mendukung dan mengapresiasi PT. Taspen (Persero) dalam upaya pengembangan perekonomian syariah nasional.
Hal ini disampaikan Sukriansyah saat memimpin rapat terkait pengembangan ekonomi syariah bersama Direktur Utama (Dirut) PT. Taspen, A.N Steve Kosasih di Kantor Wakil Presiden, Senin, 7 Desember 2020 lalu.
Seperti diketahui, PT. Taspen merupakan BUMN yang mendapat tugas dari pemerintah untuk mengelola jaminan sosial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat negara, PPPK dan tenaga honorer pada instansi pemerintah yang memiliki total aset Rp.268 Triliun (data September 2020).
Di masa pandemi Covid-19 saat ini, kinerja Taspen turut pula kena imbas. Berdasarkan data Laporan Keuangan September 2020 (unaudited), Taspen hanya meraih imbal hasil investasi atau Yield On Investment (YOI) sebesar 6.29% atau turun dibandingkan realisasi tahun 2019 senilai 8.5%.
Seiring dengan ramainya kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya, Taspen memastikan bahwa portofolio investasinya ditempatkan pada instrumen investasi fixed income yang sangat aman.
“Hal ini tentu akan mendukung proses percepatan pembangunan ekonomi syariah di Indonesia sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah,” kata Sukriansyah dalam keterangan persnya yang diterima Penasultra.id, Senin 14 Desember 2020.
Asisten Stafsus Wapres bidang Investasi, Yulian Hadromi turut pula mengingatkan agar manajemen PT. Taspen tetap terus menerapkan tata kelola (Good Corporate Governance) yang baik termasuk melakukan prinsip kehati-hatian dalam menempatkan portofolio investasinya.
Sementara itu, dalam penjelasannya, Dirut PT. Taspen, Steve Kosasih mengatakan dalam waktu dekat, paling lambat kuartal pertama 2021 pihaknya akan memiliki Manajer Investasi yang memiliki izin syariah.
Discussion about this post