PENASULTRAID, KENDARI – Mantan Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dua periode 1994-2002, Ridwan Bae merasa miris usai mengetahui cabang olahraga (Cabor) dayung pulang dari Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 tanpa medali emas.
Pasalnya, dayung merupakan cabor andalan Sultra dan pernah membawa kejayaan untuk Bumi Anoa.
“Waduu…uh. Kenapa bisa? Cabang olahraga dayung sebagai primadona Sultra di setiap ajang tingkat nasional pulang tanpa medali emas,” kata Ridwan dalam keterangannya, Kamis 19 Desember 2024.
Diketahui, cabor dayung pertama kali memperkuat Sultra di ajang PON XII/1989 mencatatkan sejarah merebut 6 medali emas.
Sejarah itu kini tinggal kenangan. PON XXI/2024 Aceh-Sumut berakhir kelabu. Skuad dayung Sultra pulang tanpa sekeping pun medali emas.
“Tidak penting mencari siapa yang salah dibalik kegagalan tim dayung,” timpal Ridwan.
Bagi Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu, evaluasi menyeluruh menjadi wajib untuk memetik hikmah dari kegagalan cabor dayung di PON Aceh-Sumut.
Di sisi lain, Ridwan mengapresiasi prestasi gemilang tim Softball putri yang menyelamatkan wajah Sultra dengan merebut medali emas PON Aceh-Sumut.
“Setuju SIWO PWI gelar forum diskusi curah pikir mengembalikan reputasi dayung. Duduk bersama libatkan para pemangku kepentingan olahraga, pemerintah daerah, PODSI, KONI dan insan yang peduli olahraga,” tegas mantan Bupati Muna dua periode itu.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:

Discussion about this post