PENASULTRAID, MAKASSAR – Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan inflasi tahun ke tahun (y-on-y) 2,84 persen pada Desember 2025. Angka ini didorong kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 109,28.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Aryanto menyampaikan data tersebut melalui kanal YouTube resmi BPS Provinsi ini pada Senin 5 Januari 2026.
“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Parepare sebesar 3,85 persen dengan IHK sebesar 110,69. Sedangkan terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 2,32 persen dengan IHK sebesar 108,62,” ujar Aryanto dalam penyampaian Berita Resmi Statistik tersebut.
Komoditas Pemicu Inflasi
Kenaikan harga pada mayoritas kelompok pengeluaran menjadi penyebab utama inflasi tahunan ini. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan paling signifikan sebesar 14,47 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,46 persen.
Beberapa kelompok lain yang turut menyumbang kenaikan indeks antara lain:
• Kesehatan: 1,63 persen
• Rekreasi, olahraga, dan budaya: 1,26 persen
• Penyediaan makanan/restoran: 1,24 persen
• Pendidikan: 1,12 persen
• Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 0,72 persen
• Pakaian dan alas kaki: 0,46 persen
• Transportasi: 0,42 persen
• Perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga: 0,22 persen


Discussion about this post