PENASULTRAID, MAKASSAR — Indeks Perkembangan Harga (IPH) gabungan di Sulawesi Selatan (Sulsel) naik 0,61 persen, pada pekan pertama (M1) Maret 2026. Cabai rawit, daging sapi dan telur ayam ras menjadi penyumbang utama kenaikan harga di wilayah ini.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah se-Indonesia yang berlangsung tatap muka dan dalam jaringan pada Senin 9 Maret 2026.
Informasi ini berbasis pada data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok milik Kementerian Perdagangan yang diterima pewarta Penasultra.id.
Amalia menjelaskan, kenaikan IPH ini juga terjadi di provinsi lain, yang berskala nasional.
“Pada M1 Maret 2026, tercatat sebanyak 23 provinsi mengalami kenaikan IPH dan 15 provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Amalia dalam rapat tersebut.
Secara nasional, komoditas yang paling konsisten memberi andil kenaikan IPH di 23 provinsi adalah cabai rawit, daging ayam ras dan daging sapi.
Berdasarkan data tabel IPH per kabupaten di Sulsel, Barru naik paling tinggi dengan perubahan IPH mencapai 4,58 persen. Di kabupaten ini, daging ayam ras menjadi penyumbang andil terbesar (1,8542), menyusul cabai rawit (1,0275) dan daging sapi (0,8141).


Discussion about this post