PENASULTRAID, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan inflasi tahunan (y-on-y) di provinsi ini sebesar 4,5 persen pada Maret 2026. Angka ini merujuk pada Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tercatat 111,59.
Kepala BPS Sulsel, Aryanto dalam penyampaian Berita Resmi Statistik secara virtual pada Rabu 1 April 2026 mengungkap sebaran inflasi di Sulsel menunjukkan ketimpangan yang cukup mencolok antarwilayah.
“Berdasarkan data spasial, Kabupaten Sidenreng Rappang mencatatkan inflasi tertinggi di Sulsel sebesar 5,73 persen dengan IHK 109,76. Sementara itu, Kota Palopo menjadi wilayah dengan tingkat inflasi terendah, yakni 2,81 persen dengan IHK 109,77,” kata Aryanto.
Secara keseluruhan, tingkat inflasi bulanan (m-to-m) pada Maret 2026 berada di angka 0,59 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun kalender (y-to-d) telah menyentuh 2,11 persen.
Kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran menjadi pemicu utama inflasi y-on-y. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak signifikan 16,55 persen.
Beberapa kelompok pengeluaran lain yang turut mengalami kenaikan indeks antara lain perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 8,92%. Makanan, minuman dan tembakau 5,65%.


Discussion about this post