PENASULTRAID, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan di Sulawesi Selatan pada Desember 2025 berada di level 119,10. Angka ini menunjukkan kondisi daya beli petani yang relatif stagnan dari November 2025 yang dilaporkan 119,09.
Kepala BPS Sulsel, Aryanto mengklaim capaian ini mencerminkan kemampuan daya beli petani di wilayah tersebut masih terjaga dengan baik di penghujung tahun.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa daya beli petani secara umum masih terjaga,” ujar Aryanto dalam rilis perkembangan indikator strategis melalui saluran resmi YouTube BPS Sulsel, baru-baru ini.
Meski secara gabungan stagnan, terdapat variasi kinerja yang signifikan di lima subsektor pertanian. Tiga subsektor tumbuh dengan Subsektor Hortikultura (NTPH) mencatat kenaikan tertinggi, sebesar 6,89 persen menjadi 124,71.
Dua subsektor lain yang menguat adalah Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR), naik 1,38 persen menjadi 144,71. Serta Peternakan (NTPT), naik 1,23 persen menjadi 109,99.
Di sisi lain, dua subsektor menurun dibanding bulan sebelumnya. Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) turun 1,26 persen menjadi 112,19. Sementara Subsektor Perikanan (NTNP) terkoreksi tipis 0,52 persen menjadi 115,13.


Discussion about this post