PENASULTRAID, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memproyeksi perluasan panen dan penambahan produksi padi nasional, pada awal tahun 2026.
Berdasarkan data hasil Survei Kerangka Sampel Area Padi per November 2025, potensi produksi padi pada Januari 2026 diperkirakan 3,12 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat terhadap Januari 2025 yang tercatat 2,20 juta ton.
Peningkatan hasil ini sejalan perluasan area panen. Luas panen padi pada Januari 2026 diestimasi 0,59 juta hektare, lebih tinggi dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya 0,42 juta hektare.
Kenaikan ini diperkirakan berlanjut hingga Februari 2026 dengan potensi luas panen 0,97 juta hektare dengan hasil 5,18 juta ton GKG.
Terkait kondisi harga di lapangan pada 15 Januari 2026, harga rata-rata Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani tercatat Rp6.484 per kilogram.
Angka ini menurun tipis 0,24% terhadap Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan Rp6.500 per kilogram. Meski demikian, terdapat kenaikan harga 0,19%, jika dibandingkan hari sebelumnya.
Data Kementan mencatat variasi harga yang cukup lebar antarwilayah. Dari 28 provinsi yang dipantau, sebanyak 12 provinsi memiliki harga di atas HPP, 2 provinsi sesuai HPP, serta 14 provinsi masih di bawah HPP. Harga GKP tertinggi di Sumatra Barat Rp7.331 per kilogram, sedangkan terendah Rp6.000 di Kalimantan Timur dan Maluku Utara.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi mengaku telah menyiapkan langkah-langkah strategis yang terbagi dalam dua skema utama.


Discussion about this post