PENASULTRAID, KENDARI – Pelatih Taekwondo dari Universitas Terbuka Taekwondo Class (UTTC), LM Ruspan Takasi mengeluarkan peringatan keras kepada pengurus Taekwondo Kota Kendari terkait buruknya penyelenggaraan kejuaraan taekwondo yang dinilai asal-asalan.
Hal itu, kata dia, dapat dilihat saat kejuaraan bertitelkan Youth Taekwondo Championship Series yang digelar di Sport Center UHO pada 24 Mei 2026 lalu. Mulai dari penugasan wasit yang tidak kompeten hingga penempatan wasit pemula yang belum memahami regulasi pertandingan dengan baik menjadi sorotan.
“Sistem pendukung perolehan poin Digital Scoring System (DSS) yang digunakan dalam kejuaraan tersebut juga disebut menggunakan peralatan rusak, sehingga menyebabkan proses penilaian menjadi tidak valid (invalid) dan merugikan banyak atlet,” sorot Ruspan, Kamis 4 Juni 2026.
Akibat kekacauan itu, protes keras meledak dari para orang tua dan peserta. Mereka kecewa karena peserta harus bertanding dalam kondisi tidak fair, bahkan beberapa pertandingan nyaris memicu keributan di lokasi.
Para pelatih pun menuntut pengurus Taekwondo Kota Kendari bertanggung jawab dan tidak mengulangi kesalahan serupa demi menjaga masa depan olahraga taekwondo.
“Memang sarat dengan kejanggalan. Kejuaraan yang harusnya sebagai ajang bina prestasi sejak dini, karena pesertanya adalah kategori pra cadet dan cadet, seolah seperti tontonan yang jauh dari kata ideal,” kata Ruspan.
Ruspan menyayangkan, pada kejuaraan dengan biaya pendaftaran peserta sebesar Rp.275.000 per kategori itu seharusnya pihak penyelenggara betul-betul menjaga mutu, kualitas, dan terlebih lagi sportivitas.


Discussion about this post