PENASULTRA.ID, MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat kenaikan tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan pada periode September 2025.
Kepala BPS Sulsel Aryanto mengungkap jumlah penduduk miskin di perkotaan bertambah 4,17 ribu orang dibandingkan posisi Maret 2025.
“Jumlah penduduk miskin perkotaan naik dari 227,84 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 232,01 ribu orang pada September 2025,” ujar Aryanto dalam rilis Berita Resmi Statistik yang digelar dalam jaringan baru-baru ini.
Pertambahan jumlah ini berdampak pada kenaikan persentase penduduk miskin di perkotaan Sulsel, yang menjadi 5,17 persen pada September 2025. Angka ini meningkat terhadap Maret 2025 yang berada di level 5,14 persen.
Persentase penduduk miskin gabungan kota dan desa dalam provinsi ini, berada di angka 7,43 persen, setara 685,14 ribu orang.
Kenaikan angka kemiskinan ini dipengaruhi pergeseran nilai Garis Kemiskinan (GK) di Sulsel yang kini tercatat Rp514.958 per kapita setiap bulan. Komposisi pengeluaran untuk kebutuhan dasar makanan masih menjadi faktor utama dalam struktur kemiskinan dengan porsi 75,24 persen.
Bagi rumah tangga miskin di Sulsel yang rata-rata memiliki 5,03 orang anggota keluarga, GK per rumah tangga mencapai Rp 2.590.239 setiap bulan. Penduduk dikategorikan miskin, jika rata-rata pengeluaran per kapitanya berada di bawah angka-angka tersebut.


Discussion about this post