PENASULTRA.ID, KENDARI – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) mengukir sejarah baru dalam ketahanan pangan di Bumi Anoa.
Pada penghujung April 2026, cadangan atau stok beras di wilayah ini mencapai 78.000 ton, angka tertinggi yang pernah diraih sejak kantor wilayah tersebut beroperasi.
Kepala Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi mengatakan, lonjakan stok ini selaras dengan kondisi nasional yang menyentuh angka 5,1 juta ton. Ketersediaan yang melimpah ini merupakan manifestasi keberhasilan program swasembada pangan yang digagas oleh Pemerintah Pusat.
“Ini peristiwa langka dengan jumlah stok terbanyak sepanjang sejarah negara ini berdiri. Per tanggal 23 April itu stok nasional ada di angka 5,1 juta ton, dan untuk Sultra sendiri mencapai 78.000 ton,” kata Benhur.
Menurutnya, dengan ketersediaan yang melimpah, Benhur mengimbau masyarakat Sultra agar tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras.
Berdasarkan perhitungan penyaluran normal untuk bantuan pangan dan operasi pasar (SPHP), stok tersebut diproyeksikan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga lebih dari dua tahun ke depan.
“Jika ditanya ketahanan stok, dengan penyaluran normal, 78.000 ton itu cukup untuk dua tahun lebih. Posisi stok yang ada di Sultra mungkin juga secara rasional akan sama seperti itu,” ujar Benhur.


Discussion about this post