PENASULTRA.ID, KENDARI – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bertajuk Harmoni Sultra resmi dibuka oleh Gubernur Sultra, Jumat 24 April 2026 di kawasan Eks MTQ Kendari.
Kegiatan ini menjadi panggung kolaborasi lintas sektor dalam mendorong penguatan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka mengatakan, permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Wakatobi atas penyesuaian lokasi pelaksanaan kegiatan yang semula direncanakan digelar di daerah tersebut.
“Sebagai gubernur, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Wakatobi karena kegiatan ini belum dapat dilaksanakan sesuai rencana awal akibat kendala teknis,” kata ASR sapaan akrab Andi Sumangerukka.
Sebagai bentuk perhatian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan sekolah dasar di Wakatobi (SD Abdi Sokola) serta dukungan pembangunan infrastruktur jalan.
“Kami ingin memastikan pemerataan pembangunan tetap berjalan. Wakatobi akan mendapatkan perhatian yang sama dalam pelaksanaan program ke depan,” ujar ASR.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah menegaskan, Harmoni Sultra dirancang sebagai kegiatan yang lebih terintegrasi dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Kegiatan ini kami hadirkan dengan konsep kolaboratif, melibatkan berbagai pihak mulai dari Bank Indonesia, perbankan, TNI Angkatan Udara, instansi vertikal, BUMN, BUMD, sektor swasta, hingga komunitas kreatif,” beber Ridwan.
Menurutnya, sebanyak 24 rangkaian kegiatan digelar dengan partisipasi sekitar 6.000 orang, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat serta potensi besar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sultra.
“Kami percaya pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi yang kuat,” bebernya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Bank Indonesia. Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Discussion about this post